Wujud Kebudayaan Menurut Koentjaraningrat dan Contoh

Wujud Kebudayaan Menurut Koentjaraningrat – Kebudayaan adalah sebuah kata yang memiliki arti yang berhubungan dengan budi dan akal pemikiran manusia jika diartikal dari bahasa Sansekerta, yaitu Buddhayah yang merupakan jamak dari Buddhi (budi atau ak

wujud kebudayaan menurut Koentjaraningrat
wujud kebudayaan menurut Koentjaraningrat via google image

al).

Jika diartikan dalam bahasa Inggrisnya, kebudayaan disebut culture, sebuah bahasa yang diamplikasikan dari Colere (bahasa Latin) yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa juga diartikan lain seperti mengolah tanah ataupun bertani. Culture juga digunakan dalam bahasa Indonesia, yaitu “Kultur” yang merupakan terjemahannya.

Wujud Kebudayaan Menurut Koentjaraningrat

Kanjeng Pangeran Haryo Prof. Dr. Koentjaraningrat atau Koentjaraningrat adalah seorang antropolog Indonesia. Menurut beliau terdapat 3 wujud kebudayaan, apa sajakah itu? berikut selengkapnya.

  • Pertama, Wujud kebudayaan menurut Koentjaraningrat adalah sebagai, ide, gagasan, nilai, ataupun norma.
  • Kedua, Wujud kebudayaan menurut Koentjaraningrat menurutnya sebagai aktifitas atau pola dari tindakan manusia dalam bermasyarakat.
  • Ketiga, Wujud kebudayaan menurut Koentjaraningrat adalah sebagai benda-benda yang merupakan hasil karya manusia.

Wujud pertama memanglah berbentuk absarak sehingga jika ditelaah tidak dapat dilihat dengan indera penglihatan semata, wujud ini terdapat dalam pikiran masyarakat, ide ataupun gagasan ini hidup berdampingan dengan masyarakat. Gagasan itu sendiri saling berterkaitan antara satu dan yang lainnya.

Contoh wujud kebudayaan menurut Koentjaraningrat
Contoh wujud kebudayaan menurut Koentjaraningrat via google image

Koentjaraningrat juga mengemukakan bahwa “adat” dalam bahasa Indonesia sendiri merupakan kata yang sepadan untuk melukiskan wujud dari kebudayaan pertama yang merupakan ide atau gagasan ini. Sedang bentuk jamaknya sendiri adalah “adat istiadat”

Wujud kedua bisa disebut juga dengan sistem sosial. Menurutnya, sistem sosial merupakan keseluruhan dari aktifitas atau segala bentuk tindakan manusia dalam berinteraksi dengan manusia yang lain. Aktifitas ini dilakukan setiap waktu dan membentuk pola tertentu, sistem sosial merupakan kongkrit dan hasil berdasarkan tindakannya tersebut bisa dilihat dengan indra penglihatannya.

Wujud ketiga merupakan disebut juga dengan kebudayaan fisik. Wujud ini bersifat konkret karena memang berupa benda-benda dari segala ciptaan, tindakan, aktifitas, karya, maupun perbuatan dari manusia itu sendiri dalam hidup bermasyarakat.

7 Wujud Kebudayaan Menurut Koentjaraningrat Lainnya

Selain ketiga wujud di atas, Koentjaraningrat juga mengemukakan bahwa ada 7 buah unsur kebudayaan (Koentjaraningrat, 1979: 203-204), yaitu:

  1. Bahasa
  2. Kesenian
  3. Sistem Religi
  4. Sistem Teknologi
  5. Sistem Mata Pencaharian
  6. Organisasi Sosial
  7. Sistem Ilmu Pengetahuan

Ketujuh unsur kebudayaan tersebut disebut-sebut sebagai unsur kebudayaan universal karena selalu ada pada tiap masyarakat. Kemudian, Koentjaraningrat juga menjelaskan bahwa 7 unsur tersebut juga dapat diperinci lagi menjadi beberapa sub-unsur dan menjadi lebih kecil lagi.

Penjelmaan 7 Wujud Kebudayaan

Terakhir, Koentjaraningrat turut menjelaskan bahwa ke-7 unsur yang disebutkan di atas sudah pasti menjelma dalam 3 wujud kebudayaan.

Contoh

Sebagai contohnya, Koentjaraningrat menjelaskan bahwa Sistem Religi dapat dibagi menjadi 3 wujud kebudayaan, yaitu:

Ide atau Gagasan

Dalam Sistem Religi pastinya memiliki gagasan mengenai Tuhan, roh, surga, neraka, dewa-dewi, dan sebagainya.

Sistem Sosial

Dalam Sistem Religi wujud kebudayaan memiliki pola-pola aktifitas atau tindakan lain seperti upacara atau sekedar ritual, baik itu yang diadakan dalam musim tertentu saja atau setiap hari.

Kebudayaan Fisik atau Artefak

Dalam Sistem Religi terdapat beberapa benda yang tentu dianggap suci, religius dan bersifat sakral sebagai bentuk wujud kebudayaan yang ketiga.

Antropolog pertama Indonesia ini tutup usia dalam usia senja-nya, yaitu 75 tahun pada Selasa, 23 Maret 1999 dikarenakan stroke yang dideritannya sejak 1989[src]. Demikian, artikel tentang wujud kebudayaan nenurut Koentjaraningrat dari duniasejarah.com dan semoga artikel ini dapat teman-teman pembaca jadikan referensi relevan untuk penyelesaian tugas dan bahan bacaan.

Artikel seputar sejarah:

Tags: