Tempat Bersejarah di Jakarta, Gambar Tempo Doeloe

Tempat Bersejarah di Jakarta – Jakarta sejatinya merupakan ibu kota Indonesia yang menyimpan banyak cerita dibalik pembangunannya, mulai dari zaman datangnya pedagang luar, datangnya bangsa Portugis, penjajahan Belanda, Jepang hingga akhirnya kita bisa menghirup udara kemerdekaan pada 1945. Tentunya mereka yang berjasa adalah pahlawan yang didorong dengan keinginan untuk bebas dan bantuan Tuhan yang maha Esa.

Sebagai pusat kota dan pemukikman yang penting, kota yang dikenal dengan sebutan Oud Batavia pada masa lalunya ini merupakan sebuah wadah dari beberapa bangunan bersejarah yang lokasinya tersebar dimana-mana. Hingga saat ini, masih banyak bangunan seperti bekas Balai Kota Batavia ataupun kediaman Gubernur Jendral VoC yang kondisinya mungkin kurang diperhatikan.

Tempat Bersejarah di Jakarta

Kita, sebagai masyarakat yang belum tentu bisa melakukan hal banyak terhadap hal tersebut, dapat membantu dalam melakukan pelestarian lingkungan. Dimulai dari hal kecil seperti, tidak merusak fasilitas umum (menginjak rumput, dsb). Sangat disayangkan juga terkadang saya melihat banyak anak mudah yang senang menulis di tembok bangunan bersejarah tersebut dengan tulisan yang tidak perlu.

Semoga, dengan beberapa nama bangunan bersejarah di jakarta dan keterangannya dibawah ini bisa membantu teman-teman pembaca untuk lebih memahami kondisi yang ada di kota kita saat ini.

Gedung Arsip Nasional

tempat bersejarah di jakarta gedung arsip nasional
Potret tempat bersejarah di jakarta gedung arsip nasional

Gedung ini dulunya adalah tempat kediaman Gubernur Jendral VOC yang bernama Reinier de Klerk yang dibangun pada sekitar abad ke-18. Selang beberapa puluh tahun berlalu tepatnya pada tahun 1900, muncullah sebuah rencana untuk membongkar dan membangun pertokoan di tempat tersebut.

Direncanakanlah “Perhimpunan Batavia untuk Seni dan Ilmu” atau dalam bahasa Belandanya “Bataviaasch Genootschap van Kunsten” yang kabarnya menyebar di daerah tersebut. Tidak sama dengan pejabat yang muncul selama ini, Reinier memiliki reputasi yang seakan “abadi”. Bangunan ini sempat dijadikan bangunan Departemen Pertambangan pemerintah kolonial Belanda hingga tahun 1925

Gedung ini juga sempat menjadi tempat arsip negeri dan dinamai bangunan Lands Archief. Pada tahun 1974 seluruh arsip nasional dipindahkan ke gedung baru, terletak di Jalan Ampera, Jakarta Selatan. Namun, setelah pemindahan, kondisi dari gedung ini memburuk karena tidak digunakan sama sekali. Melihat kondisi tersebut, yayasan Stichting Cadeau Indonesia mengumpulkan dana untuk melakukan pembugaran gedung tersebut.[src]

Kim Tek Ie / Vihara Jin De Yuan (Vihara Dharma Bhakti)

tempat bersejarah di jakarta kim tek ie
Potret tempat bersejarah di jakarta kim tek ie (1925)

Vihara Dharma Bhakti adalah bangunan kelenteng tertua yang ada di Jakarta selain Klenteng Ancol. Kelenteng ini diyakini dibangun pada tahun 1650an oleh Kwee Hoen yang saat itu menjabat sebagai Letnan Tionghoa dan diberi nama Kwan Im Teng yang terletak di Glodok, Barat Daya kota.

Menurut sumbernya, Klenteng kim tek ie dulunya pernah terbakar dalam peristiwa sadis yang menimpa etnis Tionghoa pada 1740 silam dan dilakukan pemugaran lagi pada tahun 1755 oleh seorang Kapitan, Oei Tji-Io dan kemudian diberi nama “Kim Tek Ie”, selama abad ke 17 tak ada informasi relevan dan jelas mengenai salah satu tempat tempat bersejarah di Jakarta ini.

Seiring berkembangnya zaman, Kim Tek Ie dikenal oleh masyarakat sebagai tempat ibadah masyarakat Tionghoa yang terpenting di Batavia pada abad ke-18. Setiap masyarakat yang datang akan diterima dengan terbuka, tempat ini juga menjadi tempat yang banyak dikunjungi pejabat pada masa itu.

Gereja Sion / Portugese Buitenkerk

tempat bersejarah di jakarta gereja sion
Gambar tempat bersejarah di jakarta gereja sion

Gereja ini memiliki nama lain Portugeesche Buitenkerk yang berarti Gereja Portugis yang terletak di sudut Jalan Pangeran dan Mangga Dua Raya. Jika dilihat, bangunan ini sangatlah kokoh dan memiliki arsitektur yang cukup megah pada zamannya. Gereja ini dibangun pada tahun 1695 dan diresmikan pada saat yang sama, tepatnya 23 Oktober 1695 dengan Pendeta Theodorus Zas sebagai pemberi berkatnya.

Pembangunan Gereja sion yang menjadi salah satu tempat sejarah di Jakarta memakan waktu kurang lebih 2 tahun pengerjaan fisik. Pieter van Hoorn adalah orang pertama yang melakukan peletakkan batu pada 19 Oktober 1693. Cerita lengkap tentang pemberkatan Gereja Sion masih bisa anda liat secara langsung dalam tuliasan berbahasa Belanda pada sebuah papan di dinding Gereja.

Gereja Sion juga merupakan gedung tertua di Jakarta yang sampai saat ini masih digunakan dengan tujuan rumah ibadah seperti tujaun awal dibangun, dan juga masih memiliki sebagian besar perabot yang masih sama seperti jaman dulunya. Meskipun terlihat kokoh, gereja ini juga pernah mengalami pemugaran dua kali pada tahun 1920 dan tahun 1978. Bangunan ini juga dilindungi pemerintah lewat SK Gubernur DKI (CB/11/1/12/1972).

Stasiun Jakarta Kota

tempat bersejarah di jakarta stasiun jakarta kota
Gambar tempat bersejarah di jakarta stasiun jakarta kota

Stasiun Jakarta Kota memiliki nama sebutan lain, yaitu Stasiun Beos. Meskipun nama aslinya adalah “Stasiun Jakata Kota” sejak selesai dibangun, stasiun ini lebih sering dipanggil dengan sebutan “Stasiun Kota”. Dulunya stasiun ini cukup terkenal hingga dibuat sebuah acara. Namun, hanya sedikit warga yang memahami apa makna dari Beos yang ternyata memiliki banyak versi.

Nama lain yang sempat disandang oleh stasiun ini adalah “Batavia Zuid” yang artinya Stasiun Batavia Selatan. Nama ini muncul dikarenakan sekitar pada abad ke-19, Jakarta yang pada masa itu masih Batavia, memiliki lebih dari 2 stasiun kereta api. Stasiun yang satunya bernama “Batavia Noord” atau Batavia Utara yang terletak di selatan Museum Sejarah Jakarta yang sekarang.

Batavia Noord dulunya milik perusahaan kereta api Belanda (Nederlands-Indische Spoorweg Mattschappij). Lalu, pada tahun 1913, jalur Batavia-Butenzorg dijual kepada pemerintah Belanda dan dikelola mereka (Statsspoorwegen), itulah sedikit gambaran tentang Stasiun tempat bersejarah di Jakarta. Informasi terakhir yang saya dapat, sejak 9 Februari 2017 stasiun ini hanya melakukan perjalanan KRL dari dan menuju (from and to) daerah Jakarta dan sekitarnya.

Museum Bahari

tempat bersejarah di jakarta museum bahari
Potret tempat bersejarah di jakarta museum bahari

Museum Bahari merupakan salah satu tempat wisata bersejarah di Jakarta yang bagus untuk kalian kunjungi demi mengenang masa lalu Jakarta, bukan tempat untuk ajang pamer selfie. Museum ini menyimpan koleksi yang masih berhubungan dengan bidang “Kenelayanan” bangsa Indonesia dari ujung sabang hingga Merauke. Meseum Bahari adalah satu dari delapan museum yang masuk dalam pengawasan Dinas Kebudayaan Permuseuman Prov. DKI Jakarta.

Pada era kependudukan Belanda, bangunan bersejarah ini dulunya digunakan sebagai gudang penyimpanan dalam memilah dan mengepak hasil bumi, semacam rempah-rempah yang sangat laris dipasar dagang, apalagi saat barang seperti itu sangat laris di pasar Eropa. Bangunan ini persisi berdiri disamping muara Ciliwung dan memiliki dua sisi, sisi barat disebut Westzijdsche Pakhuizen (Gudang Barat) dan sisi timur disebut Oostzijdsche Pakhuizen (Gudang Timur).

Tiga dari empat unit bangunan yang terdapat di Gudang barat itulah yang sekarang kita kenal sebagai Museum Bahari. Gedung ini dulunya digunakan untuk menyimpan barang dagangan yang diclaim milik VOC di Nusantara (barang hasil bumi). Setelah masa kependudukan Jepang, gedung ini beralih fungsi menjadi gudang penyimpanan barang logistik tentara Jepang.

Bangunan ini sempat mengalami pemugaran pada tahun 1976 setelah sempat digunakan untuk gudang oleh PTT dan PLN setelah Indonesia Merdeka. Tepat pada tanggal 7 Juli 1977, bangunan ini resmi menjadi Museum Bahari.


Sebenarnya masih cukup banyak tempat bersejarah di Jakarta dan juga tempat wisata bersejarah di Jakarta yang masih belum saya masukkan di atas, selanjutnya mungkin akan saya lanjutkan artikel ini ke part 2. Semoga artikel tentang tempat bersejarah di atas bermanfaat dan dapat membantu teman-teman menyelesaikan tugasnya.

Tags: