4 Tahapan Penelitian Sejarah & 5 Langkah Penelitian Sejarah

Tahapan Penelitian Sejarah – Penelitian sebuah sejarah dapat dilihat dari segi prespektif historis dan waktu pada saat terjadinya moment-moment tertentu yang diselidiki. Cukup banyak ahli sejarah yang menyetarakan / menyamakan metode yang digunakan saat melakukan penelitian sejarah.

Metode sejarah tidak seperti metode dokumenter, karena dokumenter juga bisa digunakan dalam masalah-masalah terkini tanpa harus mengenai masalah yang lalu. Tahapan penelitian sejarah menggunakan catatan observasi yang tidak dapat diulang-ulang lagi.

Tahapan Penelitian Sejarah

Secara umum kita dapat memahami bahwa penelitian sejarah merupakan sebuah cara mencari kebenaran berdasarkan sumber-sumber yang berisi informasi mengenai kejadian masa lalu yang dilaksanakan secara sistematis. Dengan kata lain, penelitian yang bertujuan untuj mendeskripsikan penyebab, namun bukan yang terjadi pada saat itu (saat melakukan penelitian).

Penelitian sejarah dalam bidang pendidikan sangatlah penting untuk beberapa alasan, tujuan dari urutan tahapan penelitian sejarah juga bermaksud untuk merekonstruksi ulang kejadian tersebut secara objektif, dengan mengumpulkan, mengevaluasi ulang, melakukan verifikasi yang kemudian dijadikan bukti pendukung fakta sehingga nantinya kita bisa menarik kesimpulan yang kuat berdasarkan fakta tersebut.

4 Tahapan Penelitian Sejarah

Setelah anda mengentahui bahwa adanya hubungan yang benar-benar ada antara manusia, waktu, peristiwa serta tempat secara kronologis tanpa mengesampingkan objek yang menjadi bahan observasi, anda seharusnya sudah bisa untuk memulai sebuah tahapan penelitian sejarah dengan langkah awal menentukan topik penelitian dengan tujuan ketika nanti mencari sumber, referensi yang anda dapat tepat sasaran dan tidak bingung.

4 tahapan penelitian sejarah
Ilustrasi 4 tahapan penelitian sejarah

Untuk memilih topik penelitian anda bisa menentukannya berdasarkan unsur berikut:

Managable Topic (Topik yang dapat dikelola)

  • Objek penelitian dapat anda kerjakan sesuai dengan kemampuan
  • Latar belakang kemampuan untuk memecahkan masalah dari topik tersebut
  • Dana yang disediakan mencukup
  • Tenggang atau Batas waktu dalam penyelesaian penelitian

Obtainable Topic (Topik yang dapat diperoleh)

  • Data untuk meneliti sebuah topik tersedia dan dapat diperoleh
  • Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data
  • Data yang diperoleh hanya pada waktu tertentu
  • Sumber referensi terkait topik yang dapat diperoleh

Significance of Topic (Pentingnya sebuah Topik)

  • Topik yang kita pilih untuk melakukan penelitian sejarah memang penting untuk diteliti
    • Topik yang dibahas tidak duplikat dengan yang diteliti orang lain
    • Hasil dari penelitian bermanfaat dan dapat memenuhi minat masyarakat dan minat akademis

Interested Topic (Tertarik kepada Topik)

  • Lakukanlah penelitian dengan topik yang memang anda sukai dan semangat ketika mengerjakannya

5 Langkah Penelitian Sejarah

urutan tahapan penelitian sejarah
Ilustrasi urutan tahapan penelitian sejarah

Tujuan dari penelitan sejarah adalah untuk memahami kejadian pada masa lalu dan mencoba untuk memahami masa kini yang didasari atas peristiwa yang telah terjadi di masa lampau [John W. Best, 1977 (Nurul Zuriah, p 52)]. Pernyataan kedua mengatakan bahwa penelitian sejarah bertujuan untuk memperkaya pengetahuan peneliti tentang bagaimana dan mengapa suatu kejadian di masa  lampau dapat terjadi, serta proses bagaimana masa lalu tersebut menjadi masa kini[Donal Ary, 1996(Yatim Riyanto, p 23)].

Pemilihan Subyek yang akan Diteliti

Pemilihan subjek merupakan hal pertama yang harus dilakukan, mengapa? tujuannya adalah agar ketika melakukan pencarian sumber referensi sejarah yang terkait dapat dilakukan secara terarah dan sesuai sasaran. Beberapa unsur yang membantu dalam melakukan pemilihan topik penelitian sejarah, antara lain:

  • Orisinil / Orisinalitas / Keaslian: Sebuah peristiwa sejarah yang akan diungkap, baiknya diawali dengan pembuktian atau sudut pandang baru yang dikarenakan munculnya teori atau metode baru dalam mengungkapkan sebuah sejarah.
  • Praktis & Efisien: Sebuah peristiwa sejarah terjangkau ketika mencari sumber dan memiliki hubungan erat dengan peristiwa tersebut.

Pengumpulan Data (Heuristik)

Pengumpulan data dalam tahapan tahapan penelitian sejarah masih dianggap sebagai langkah awal dalam penelitian sejarah, karena anda masih harus mengumpulkan sumber data relevan yang masih berhubungan terkait dengan masalah yang sedang anda teliti.

Beberapa hal yang mungkin dapat membantu anda menambah referensi sebagai sumber sejarah seperti mencari dalam dokumen, mengunjungi tempat bersejarah, hingga menemui para saksi sejarah yang masih ada hingga sekarang merupakan langkah awal baik untuk memulai.

Verifikasi (Kritik)

Kritik disini adalah sebuah pandangan dalam menilai berbagai sumber sejarah yang telah anda dapatkan. Kritik dibagi menjadi 2 macam, yaitu kritik intern dan kritik ekstern:

  • Kritik Intern, adalah sebuah penilaian akan keautentikan terhadap sumber sejarah. Seorang sejarawan harus berpegang teguh t erhadap proses analisis sebuah dokumen atau objek, sejarawan juga harus memikirkan unsur relevan di dalam dokumen itu sendiri. Keaslian atau relevannya sumber tersebut dapat dinilai berdasarkan se’dekat’ apa sebuah sumber terhadap kejadian tersebut.
  • Kritik Ekstern, sebuah kritik yang menyangkut keaslian pada bahan yang digunakan dalam pembuatah sumber sejarah itu sendiri, seperti naskah, dokumen, prasati atau relief. Waktu pembuatan bokumen atau bahkan materi yang digunakan dalam pembuatan dokumen juga diperhatikan. Seorang sejarawan juga dapat melakukan kritik ekstern dari dengan melakukan penyelidikan “tinta” yang digunakan dalam penulisan dokumen untuk mencari tau umur dari dokumen tersebut.

Penafsiran (Interpretasi)

Dalam langkah ini, sejarawan melakukan penafsiran fakta sejarah dan menyusun beberapa fakta tersebut menjadi sebuah alur kesatuan yang masuk akal. Dari berbagai fakta yang didapat, ada kemungkinan bahwa fakta tersebut masih harus disusun menjadi struktur kejadian yang urut.

Fakta yang ditemukan nantinya akan ditafsirkan, sehingga struktur logis dan garis besarnya-pun ditemukan. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya penafsiran yang “seenaknya” yang diakibatkan karena pemikiran yang kurang luas. Ketika berhasil menemukan menafsirkan sebuah sejarah yang urut, seorang sejarawan juga dituntut untuk mencari landasan logis penafsiran yang digunakan olehnya.

Penulisan Sejarah (Historiografy)

Dalam tahapan Historiographyatau Historiografy, beberapa fakta sejarah dan sumber-sumber yang berhasil anda seleksi disusun dalam sebuah bentuk penulisan sejarah. Setelah melakukan penafsiran, seorang sejarawan harus mengerti bahwa tulisan yang dibuat olehnya bukan hanya sekedar untuk dirinya tapi juga dibaca oleh orang lain.

Pertimbangan yang matang akan struktur dan gaya bahasa penulisan juga harus diperhatikan oleh seorang sejarawan. Sejarawan harus memahami dan berusaha agar orang lain dapat mengerti pokok pemikiran yang ingin ia sampaikan kepada orang lain.

Mengumpulkan Data Penelitian Sejarah

tahapan tahapan penelitian sejarah
Ilustrasi tahapan tahapan penelitian sejarah

Dalam melakukan tahapan penelitian sejarah tentunya kita memerlukan sumber dan data relevan untuk memudahkan dalam pengerjaan suatu penelitian. Beberapa teknik pengumpulan data wawancara dibagi menjadi 3 macam inteview, yaitu:

Poll Type Interview

Sebuah wawancara yang dilakukan dengan sistem mengajukan beberapa pertanyaan dengan jawaban yang sudah ditentukan, narasumber hanya tinggal memilih jawaban yang telah disediakan

Open Type Interview

Wawancara seperti biasa dimana dilakukan beberapa pertanyaan terlebih dahulu, lalu narasumber dapat menjawabnya dengan bebas.

Non-Structured Interview

Sebuah wawancara yang dilakukan tanpa menyiapkan pertanyaan maupun jawaban terlebih dahulu, wawancara ini dilakukan untuk melengkapi data informasi yang berasal dari dokumen, namun dikarenakan dokumen tidak ada barulah informasi dari wawancara dapat dianggap sebagai bahan pokok sebuah penelitian.

Persiapan penelitian

Sebelum memulai sebuah wawancara, beberapa hal ini mungkin dapat membantu anda dalam melakukan interview, di antaranya:

  • Melakukan penyeleksian yang akan menjadi narasumber
  • Pendekatan kepada narasumber
  • Mengembangkan suasana demi lancarnya wawancara
  • Mempersiapkan pokok masalah yang ingin di tanyakan
  • Menentukan lokasi untuk melakukan wawancara.

Peranan Hipotesa Dalam Penelitian Sejarah

Beberapa orang mungkin beranggapan bawha hipotesa mungkin tidak terlalu diperlukan dalam tahapan penelitian sejarah. Hal ini tidak sepenuhnya benar, mengapa?. Seperti penelitian yang menggunakan metode baru atau lainnya, metode dalam melakukan penelitian sejarah juga memerlukan adanya hipotesa sebagai “Jawaban sementara” dalam memecahkan masalah. 

tahapan penelitian sejarah
Ilustrasi tahapan penelitian sejarah

Memang ada logisnya memang, jika kita bekerja hanya demi memperoleh catatan masa lalu untuk kebutuhan masa sekarang hipotesa tidak diperlukan, tetapi dalam penelitiyan yang hanya sekedar mengumpulkan fakta dan catatan masa lampau saja, bukan penelitian yang memiliki arti sesungguhnya.

Seperti halnya penelitian yang lain, metode atau tahapan penelitian sejarah bermaksud untuk menemukan sebuah “generalisasi” yang nantinya hanya akan saling terhubung  dengan fenomena-fenomena yang terjadi di dimensi lampau. Tetapi, juga tentang saat ini dan diyakini berpengaruh pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, hipotesa dalam metode sejarah diperlukan sebagai titik tolak dalam memfokuskan diri dan sebagai pemandu kerja.

Sekian artikel tentang 4 tahapan penelitian sejarah, jika ada salah pengetikan mohon dimaklumi dan nanti akan saya benahi. Terimakasih telah menyempatkan diri untuk membaca di blog tentang sejarah saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman pembaca dalam menyelesaikan tugasnya, salam.

Source

Tags: