Sejarah Wali Songo, 9 Tokoh Penyebar Agama di Jawa

Sejarah Wali Songo – Walisongo atau Walisanga sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia, beliau-beliau ini dikenal sebagai para penyebar Agama Islam di tanah Jawa pada sekitar tahun 1400-an. Mereka juga tinggal di beberapa lokasi wilayah penting Pulau Jawa bagian Pantai Utara.

Era Walisongo adalah era dimana berakhirnya dominasi dari agama Hindu-Budha dalam sejarah Nusantara pada masa itu. Kemudian, datanglah Islam yang hingga saat ini penyebarannya disimbolkan dengan Walisongo dalam hal penyebaran Islam, terlebih di daerah Jawa. Tentunya tanpa mengesampingkan para tokoh penting lainnya, namun saat ini duniasejarah.com terfokus tentang sejarah para wali songo

Sejarah Wali Songo

sejarah wali songo
Gambar sejarah wali songo

Sebelum kita mulai membahas sejarah 9 wali songo, ada baiknya untuk kita memahami apa itu Walisongo. Ada beberapa pendapat yang berhasil saya dapatkan dari beberapa sumber,

  • Pendapat pertama Walisongo adalah “wali yang sembilan”, yang berarti jumlah wali ada 9 orang atau dalam bahasa Jawa di sebut “Sanga” yang berarti sembilan juga.
  • Pendapat kedua menyatakan bahwa kata sembilan dara bahasa Jawa (Sanga) berasal dari bahasa Arab (Tsana) yang artinya adalah “Mulia”
  • Pendapat lainnya juga ada yang menyebut “Sana” dalam bahasa Jawa, yang artinya adalah tempat/lokasi

Terlepas dari itu semua, Walisanga adalah tokoh-tokoh masyarakat pembaruan pada masanya, mulai dari cara hidup bercocok0tanam, kebudayaan, kesenian, kesehatan, pemerintahan, bahkan menyentuh aspek perniagaan dan kemasyarakatan, berikut sejarah wali songo beserta gambarnya.

1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)

sejarah wali songo sunan gresik
Gambar sejarah wali songo sunan gresik

Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim, diketahui merupakan keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau juga dikenal dengan nama sebutan “Sunan Gresik” atau “Sunan Thandes” ataukah “Mursyid Akbar Tariqat Walisongo”.

Di dalam Ensiklopedi Nasab Ahlul Bait yang terdiri dari beberapa volume, tertulis silsilah lengkap pendahulu dari beliau. Menurut wikipedia, ia diperkirakan lahir di daerah Asia Tengah, Samarkand pada kisaran awal abad ke-14.

Sunan Gresik memiliki 3 orang istri, yang bernama

  • Siti Fathimah, dan memiliki 2 anak, yaitu:
    • Maulana Moqfaroh & Syarifah Sarah
  • Siti Maryam, dan memiliki 4 anak, yaitu:
    • Abdullah, Ibrahim, Abdul Ghafur dan Ahmad
  • Wan Jamilah, dan memiliki 2 anak, yaitu:
    • Abbas, dan Yusuf.

Secara umum, Maulana Malik Ibrahim telah dianggap sebagai seorang wali pertama yang melakukan menyebarkan Islam di tanah Jawa. Ia juga mengajarkan beberapa cara dalam bercocok tanam dan beliau juga mampu merangkul berbagai macam golongan masyarakat, terlebih mereka yang tersisihkan setelah berakhirnya kekuasaan Majapahit.

Saat itu ia juga menarik hati masyarakat yang pada waktu itu sedang dilanda perang saudara dan juga krisis ekonomi. Ia mendirikan pondok tempat belajar di Leran, juga membangun sebuah masjid yang digunakan untuk tempat peribadatan pertama yang saat ini telah menjadi masjid Jami’ Gresik yang ada di tanah Jawa.

Pada tahun 1419, Maulana Malik Ibrahim berpulang. Makam Sunan Gresik berlokasi di Gresik tepatnya desa Gapura Wetan, Jawa Timur.

2. Sunan Ampel (Raden Rahmat)

Gambar sejarah wali songo sunan ampel
Gambar sejarah wali songo sunan ampel

Sunan Ampel memiliki nama asli Raden Rahmat, ia merupakan keturunan ke-19 dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam riwayat yang saya kutip dari wikipedia, Raden Rahmat merupakan putra Ibrahim Zainuddin Al-Akbar.

Secara umumnya, Sunan Ampel sudah dianggap seperti sesepuh oleh “anggota” wali lainnya. Pesantrennya berlokasi di Ampel Denta yang ada di Surabaya, dan telah menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam tertua di tanah Jawa.

Sunan Ampel diketahui memiliki 2 istri, yang bernama

  • Dewi Condrowati, dan memiliki anak,
    • Sunan Bonang, Sunan Derjat, Siti Syai’ah, Sunan Sedayu, Siti Hafsah dan Siti Muthmainnah
  • Dewi karimah, dan memiliki anak,
    • Asyiqah, Raden Hasamuddin, Pangeran Tumapel, Raden Faqih dan Dewi Murtasiyah

Makam Sunan Ampel teletak di dekat Masjid Ampel, Surabaya.

3. Sunan Bonang (Makhdum Ibrahim)

sejarah wali songo sunan bonang
Gambar sejarah wali songo sunan bonang

Sesuai dengan catatan di atas, Sunan Bonang merupakan putra dari Sunan Ampel (Raden Rahmat) dan sekaligus keturunan dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ke-23. Makhdum Ibrahim dikenal dikarenakan kepintarannya berdakwah melalui kesenian untuk menarik minat penduduk Jawa agar memeluk agama Islam.

Beliau juga dikatakan sebagai orang yang mengubah suluk Wijil dan tembang Tombo Ati, sebuah lagu yang dikenal di Jawa dan masih sering dinyanyikan orang-orang. Pembaruannya pada musih gamelan Jawa diketahui saat adanya alat musik baru, yaitu rebab dan bonang yang sering dihubung-hubungkan dengan namanya.

Sebuah Universitas yang bernama Universitas Leiden, menyimpan sebuah karya sastra Jawa berbentuk sebuah buku yang berjudul “Het Boek van Bonang” atau “Buku Bonang”. Menurut G. W. J. Drewes, atau Gerardus Willibrordus Joannes Drewes itu bukanlah karya dari Sunan Bonang, tapi ada kemungkinan isinya mengandung ajarannya.

Sunan Bonang diperkirakan berpulang pada tahun 1525 dan kebumikan di Jawa Timur, tepatnya daerah Tuban.

4. Sunan Drajat (Masih Munat)

sejarah wali songo sunan drajat
Gambar sejarah wali songo sunan drajat

Sunan Drajat atan merupakan keturunan dari Sunan Ampel dan sekaligus keturunan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ke-23. Menurut sumbernya, nama asli dari Sunan Drajat adalah Masih Munat, Beliau nantinya dikenal dengan panggilan “Sunan Drajat”. Sewaktu kecil, ia sering dipanggil dengan nama Raden Qasim, ia juga sangat dikenal dengan kegiatan sosial.

Beliau-lah juga yang memelopori penyatuan anak-anak yatim serta orang yang sakit. Sunan Drajat dikenal telah banyak berdakwah pada masyarakat berbagai kalangan, terutama dalam hal penekanan yang berhubungan dengan kedermawanan terhadap sesama, kemakmuran masyarakat, kerja keras dan juga pengalaman dari agama Islam.

Pesantren Sunan Drajat juga dijalankan secara mandiri sebagai wilayah perdikan (sebuah daerah yang membebaskan masyarakatnya untuk membayar pajak pada pemerintah) yang berlokasi di Desa Drajat, Lamongan. Diperkirakan Sunan Drajat telah wafat pada tahun 1522 dan dimakamkan di Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

5. Sunan Kudus

Gambar sejarah wali songo sunan kudus
Gambar sejarah wali songo sunan kudus

Sunan Kudus merupakan keturunan dari Nabu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ke-23. Sebagai salah satu dari wali songo, Beliau memiliki peran yang bisa dibilang besar dan berpengaruh pada masa pemerintahan Kesultanan Demak. Pada saat itu, Beliau memiliki peran sebagai panglima perang, penasehat Sultan Demak sekaligus juga menjabat sebagai hakim peradilan Negara.

Sunan Kudus terkenal akan caranya berdakwah pada kelompok kalangan priyaiy Jawa serta kaum Penguasa. Beberapa nama yang pernah menjadi muridnya Arya Penangsang adipati Jipang Panolan. Masjud Menara Kudus adalah salah satu peninggalan yang terkenal dari Sunan Kudus, masjid tersebut memiliki arsitektur yang bernuansa Hindu dan Islam.

Sunan Kudus diperkirakan tutup usia pada tahun 1550 dan dimakamkan dibagian belakang Masjid bersama dengan makam pangeran, murid-murid, serta kerabat Beliau lainnya.

6. Sunan Giri

sejarah wali songo sunan giri
Gambar sejarah wali songo sunan giri

Menurut beberapa sumber, nama dari Sunan Giri adalah Joko Samudro, Beliau merupakan keturunan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ke-23 dan juga putra Maulana Ishaq dan sekaligus murid dari Sunan Ampel, juga masih saudara seperguruan dengan Sunan Bonang. 

Beliau mendirikan sebuah pemerintahan di Giri Kedaton, Gresik yang seiring berjalannya waktu hingga akhirnya menjadi pusat dakwah Islam terutama di wilayah Jawa dan Indonesia Timur dan bahkan hingga ke Kep. Maluku.

7. Sunan Kalijaga

sejarah wali songo sunan kalijaga
Gambar sejarah wali songo sunan kalijaga

Sunan Kalijaga diketahui merupakan keturunan dari adipati Tuban yang memiliki nama Tumenggung Wilatika atau Sayyid Ahmad bin Mansur atau Raden Sahur. Sunan Kalijaga adalah murid dari Sunan Bonang, Beliau terkenal akan caranya menggunakan kesenian dan kebudayaan lokal sebagai sarananya dalam hal berdakwah.

Beberapa kesenian yang sering Sunan Kalijaga gunakan, seperti wayang kulit dan tembang suluk. Selain tembang, lagu daerah seperti Gundul-Gundul Pacul juga diyakini merupakan hasil dari karya beliau. 

8. Sunan Muria (Raden Umar Said)

sejarah wali songo sunan muria
Gambar sejarah wali songo sunan muria

Sunan Muria memiliki nama lahir Raden Umar Said atau Raden Said, seperti yang tertulis. Menurut beberapa riwayat, beliau adalah keturunan dari pernikahan Sunan Kalijaga dan Dewi Soejinah. Sunan Muria itu sendiri diyakini diambil dari nama sebuah gunung (Gunung Muria) yang berlokasi di bagian utara kota Kudus, Jawa Tengah dan sekaligus lokasi dimana Beliau dimakamkan.

9. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)

sejarah wali songo sunan gunung jati
Gambar sejarah wali songo sunan gunung jati

Terakhir adalah, sejarah wali songo Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati adalah keturunan dari Syarif Abdullah Umdatuddin dan memiliki nama lain, yaitu Syarif Hidayatullah. Sunan Gunung Jati merupakan tokoh yang berhasil mengembangkan kota Cirebon menjadi tempat dakwah sekaligus pemerintahannya.

Sesudahnya, daerah tersebut menjadi daerah Kesultanan Cirebon. Anaknya, Maulana Hasanuddin juga berhasil mengembangkan daerah rangkulan dan penyebaran agama Islam di Banten, yang merupakan awal dari berdirinya Kesultanan Banten.

sejarah 9 wali songo
Ilustrasi sejarah 9 wali songo

Tanpa mengurangi kualitas dari buku, sejarah wali songo yang sebenarnya mungkin hanya waktulah yang tau, kita sebagai penerusnya hanya bisa mendo’akan dan juga meneruskan perjuangan dan keinginan beliau untuk agama Islam.

Anda juga bisa membaca salah satu buku yang terkenal, seperti wali songo rekonstruksi sejarah yang disingkirkan yang oleh pengarang yang bernama Agus Sunyoto, buku sejarah wali songo tersebut diterbitkan pada tahun 2011 silam yang saya rasa juga membahas seputar sejarah wali songo lengkap

Demikian, artikel dari duniasejarah.com untuk sejarah wali songo. Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan salah satu referensi relevan yang membantu tugas sekolah anda, terimakasih. 

Referensi

Artikel Sejarah yang kamu cari:

Tags: