Sejarah Waduk Kedung Ombo, Ngeri!!

Sejarah waduk kedung ombo – Waduk kedung ombo atau kedungombo adalah salah satu waduk terbesar di Indonesia. Waduk ini terletak diperbatasan 3 kabupaten di Prov. Jawa Tengah yaitu Kab. Grobongan, Kab. Sragen, dan Kab. Boyolali. Waduk kedung ombo menggunakan air dari kali Serang sebagai sumber utamanya.

Waduk yang memiliki banyak fungsi, mulai dari Irigasi, PLTA, Penampung air, hingga tempat warga memancing ikan ternyata memiliki sejarah yang membuat kita merasakan suasana “taboo” untuk dibicarakan, terlebih jika berbicara dengan orang yang sudah lanjut usia dan paham betul sejarah waduk kedung ombotersebut.

Sejarah Waduk Kedung Ombo

sejarah waduk kedung ombo
Gambar waduk kedung ombo

Pada abad ke-19 tepatnya tahun 1985, pemerintah memiliki rencana untuk membangun sebuah waduk baru di daerah JaTeng dengan tujuan sebagai PLTA berkekuatan 2x,xx MegaWatt dan mampu menampung air untuk kebutuhan sawah lebih dari 60 Hektare.

Kabarnya, pembuatan waktu ini mendapatkan biaya hingga hampir $200 (USD). Setelah mendapatkan biaya, pembuatan waduk ini-pun akhirnya dimulai pada tahun yang sama hingga tahun 1989. Tak lama berselang dari tahun gelap “sejarah waduk kedung ombo” ini berubah semenjak Presidon Soeharto meresmikan waduk tersebut pada 18 Mei 1991.

Tapi seperti apakah yang dimaksud dengan sisi gelap dalam sejarah pembuatan waduk kedung ombo? berikut ini saya akan coba membagikan sedikit informasi yang saya dapatkan, kepada anda semua.

Sejarah Pembuatan Waduk Kedung Ombo

Pada masa itu, waduk kedungomdo masih terbilang luar biasa besar. Namun dibalik namanya, tersimpan kenyataan pahit dimana pada tahun Januari 1989 sempat menenggelamkan 37 desa, 7 buah kecamatan di 3 kabupaten sehingga ribuan keluarga harus menerima kenyataan pahit bahwa tanahnya harus hilang demi berlangsungnya pembuatan waduk ini, itulah salah satu sejarah kelam waduk kedung ombo.

Cerita Sejarah Waduk Kedung Ombo

Tak dapat kita pungkiri, dalam masa pembuatan waduk kedong ombo diwarnai dengan ketegangan antara pemilik lahan yang bersangkutan dengan proyek pembangunan ini. Mereka (penduduk) tetap mempertahankan bangunan beserta lahan yang sudah menjadi tanah leluhur mereka, serta mereka merasakan adanya intimidasi dan tindak kecurangan dalam putusan uang ganti rugi.

World Bank sebenarnya akan mengganti rugi dari kepada pemilik tanah dengan harga Rp.10.000 per meter, namun MenDaGri pada saat itu (Soeparjo Rustam) menyatakan ganti rugi hanya Rp.3000 per meternya sedangkan informasi di lapangannya menjadi Rp.250 per meter” – sumber 

Bayangkan betapa sakit dan kesalnya hati harus menerima kenyataan bahwa kita dipaksa untuk pergi dengan ganti rugi seperti itu, belum lagi ditambah beberapa teror lain, seperti:

Teror fisik, berupa:

  • Pemaksaan warga untuk “menyetujui” ganti rugi yang diberikan
  • Mengurung warga yang bersangkutan untuk menerima ganti rugi

Teror moril, berupa:

  • Intimidasi sepikah akan persetujuan ganti rugi
  • Memberikan “cap” PKI kepada siapapun yang menolak ganti rugi
  • Ancaman kurungan dan denda bagi yang menolak ganti rugi
  • Ancaman penghilangan hak tanah tanpa ganti rugi 
  • Kerugian harta benda yang tidak bisa terhitung (seperti penghancuran sawah)
  • Hilangnya petilasan Nyi Ageng Serang 

Sejarah Mistis Waduk Kedung Ombo

cerita sejarah waduk kedung ombo
Ilustrasi cerita sejarah waduk kedung ombo

Tak selesai sampai disitu saja, cerita demi cerita yang kita dengar dari sejarah waduk kedung ombo mungkin semakin menjadi-jadi semenjak akses internet yang mudah dan cepat. Banyak rumor yang akhirnya menjadi bahan perbincangan dimasyarakat, mulai dari:

Adanya rumor tentang penunggu waduk

Rumor seperti ini tentu sudah sangat wajar jika menjadi perbincangan. Tak hanya di waduk saja, tempat-tempat lain yang memiliki sejarah sama atau bahkan tempat yang tak terpakai-pun terkadang menimbulkan rumor seperti ini, namun semuanya kembali kepada kita apakah untuk percaya, atau menghormati pendapat orang lain.

Korban meninggal dikarenakan “kemasukan”

Kabarnya sejarah pembuatan waduk kedung ombo juga menelan korban dari mereka yang mencoba memaksa menyapu bersih tanah yang diyakini menjadi lokasi “angker” dan memancing penghuninya untuk membalas karena tidak merasa dihormati. Hal yang seperti ini memang ada dan mungkin terjadi disekitar kita, namun kenyataannya hanya sejarahlah yang tau.

Penyebab waduk jebol yang aneh

Beberapa tahun silam sempat terdengar adanya kabar bahwa waduk kedong ombo jebol tanpa sebab yang jelas. Namun informasi yang saya mengatakan bahwa itu semua tidak benar dan menyesatkan saja. Jadi marilah kita untuk lebih jeli dalam menelaah setiap hal yang kita baru dengar[src].

Misteri “sisi lain” yang ada di waduk

Jika kita berkunjung ke tempat ini, sempatkanlah diri untuk berdoa demi melancarkan urusan dan memohon perlindungan dari Tuhan Maha Kuasa. Menurut masyarakat sekitar, jika kita pergi dalam keadaan yang tidak baik bisa celaka dan berbahaya apabila sukma kita masuk kesana, menurut mereka nanti bisa gila.

Cerita asal usul waduk kedung ombo

Rumor yang selanjutnya mengatakan bahwa waduk kedung ombo ini dibangun diatas kerajaan jin, yang diyakini menjadi penyebab jikalau ada hal-hal aneh yang terjadi semasa pembangunan ataupun selama adanya orang yang datang untuk berkunjung.

Sejarah singkat waduk kedung ombo dimulai sejak rencana pemerintah untuk membangun sebuah waduk di Jawa Tengah pada tahun 1985 yang bertujuan selain untuk pembangkit listrik, juga menjadi wadah penampung air untuk 60 hektare lebih sawah disekitarnya hingga terjadinya “kasus kedung ombo” pada tahun yang sama.

Jika anda tertarik lebih dalam mengenai sejarah waduk kedung ombo, anda bisa mencoba membaca referensi yang saya rekomendasikan, yaitu: Seputar Kedung Ombo, Stanley, ELSAM, 1994. Demikian informasi yang bisa saya sampaikan ke teman-teman pembaca, semoga bermanfaat.

Artikel seputar sejarah:

Tags: