Sejarah Waduk Jatiluhur

Sejarah Waduk Jatiluhur – Bendungan merupakan sebuah penahan buatan yang terbuat dari jenis urugan batu atau yang serupa dan penggunaannya biasanya untuk menahan air dalam jumlah yang banyak. Penampungan dari air itu sendiri bisa bersifat ilmiah atau buatan.

Jika dilihat dari segi konstruksi, bendungan terdiri dari 2 macam, yakni bendungan urugan dan bendungan beton.

  • Bendungan urugan merupakan bendungan yang serba sama atau homogeneous, bendungan ini memiliki lapisan yang kedap air baik di dalam maupun lapisan luarnya sehingga bagus.
  • Bendungan beton memiliki beberapa perbedaan, yaitu bendungan beton dengan penyangga, bendungan beton melengkung, dan juga bendungan betun lebih dari 1 lengkung.

Lalu, bagaimana dengan bendungan atau waduk jatiluhur? Jika dilihat berdasarkan ukurannya, bendungan jatiluhur merupakan bendungan besar.

Sejarah Waduk Jatiluhur

Sejarah waduk jatiluhur
Ilustrasi Sejarah waduk jatiluhur

Jika kita ulas kembali ke beberapa titik sejarah tentang waduk Jatiluhur, kita akan mendapati beberapa point penting dibangunnya waduk ini, antara lain:

  1. Sejarah dibangunnya waduk jatiluhur dimulai pada tahun 1957 dan selesai pada tahun 1967, informasi ini valid berdasarkan tulisan Prof. Dr. Ir. W.J Blommestein yang kemudian dikaji kembali oleh Ir. Van Schravendijk dan Ir. Abdoelah Angudi.
  2. Batu pertama pembangunan waduk ini diletakkan oleh Presiden Soekarno.
  3. Waduk Jatiluhur diresmikan pada 26 Agustus 1967 oleh Presiden Soeharto
  4. Perencanaan dan pengawasannya dilakukan oleh Coyne et Bellier dan pelaksanaan oleh Compagnie Francaise d’Enterprise, keduanya merupakan dari Perancis.

Begitulah beberapa point penting yang dapat kita lihat dari garis cerita sejarah waduk jatiluhur Purwakarta yang selebihnya merupakan hasil dari perjalanan waktu.

Manfaat Waduk Jatiluhur

Selain memiliki sejarah yang gagah, bendungan Jatiluhur ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, antara lain:

  1. Menyediakan air baku DKI
  2. Pengendalian banjir di Karawang dan sekitarnya
  3. Perikanan darat
  4. Pengembangan olahraga air dan pariwisata
  5. Pembangkit listrik dengan kapasitas 187,5 MW

Data ini saya dapatkan dari situs jatiluhurdam yang memiliki data lengkap disertai nomor keanggotaan yang dapat dihubungi untuk informasi lebih lanjut.

Sekilas Tentang Waduk Jatiluhur

Sejarah waduk jatiluhur purwakarta
Ilustrasi Sejarah waduk jatiluhur purwakarta

Waduk Jatiluhur merupakan sebuah waduk yang lokasinya terletak di Kec. Jatiluhur, Kab. Purwakarta, Prov. Jawa Barat. Jika kita menarik garis dari Kota Purwakarta, berarti sekitar 9 km jaraknya. Waduk ini diberi nama Waduk Jatiluhur oleh Ir. H. Juanda yang menjadi waduk terbesar di Indonesia. Kita bisa mengunjungi waduk ini melalui Jalan Tol Purbaleunyi dan keluar di Gerbang Tol Jatiluhur.

Referensi Tambahan

Berikut ini ada beberapa informasi tambahan, yang saya kutip dari situs sumber yang sama seperti di atas.

Kapan Bendungan Ir.H.Djuanda mulai dibangun?

  • Bendungan Ir. H. Djuanda mulai dibangun sejak tahun 1957 sampai dengan tahun 1967 dan diresmikan pada tahun yang sama.

Siapakah perencana dan pelaksana dalam Proyek Pembangunan Bendungan Jatiluhur?

  • Perencanaan dan Pengawasannya oleh Coyne et Bellier
  • Pelaksanaan oleh Compagnie Francaise d’Enterprise
  • Pekerja dan Insinyur oleh Indonesia.

Berapa panjang dan tinggi Bendungan Jatiluhur?

  • Tinggi 105 m,
  • Panjang 1.220 m,
  • Elevasi puncak +114,5 m.dpl.

Berapa jumlah turbin yang ada di PLTA Jatiluhur?

  • 6 Unit dengan kapasitas total 187,5 MW.

Berapa luas genangan waduk Ir.H.Djuanda Jatiluhur?

  • Normal +107 m.dpl pada Tinggi Muka Air
  • Luasnya 8300 hektar.

Demikian informasi tentang sejarah waduk Jatiluhur lengkap versi duniasejarah.com dan semoga artikel ini bermanfaat bagi teman-teman yang mencari referensi terkait tentang sejarah waduk Jatiluhur Purwakarta dan bangunannya, terimakasih.

Artikel seputar sejarah:

Tags: