Sejarah Uang di Indonesia, Dari 850 hingga 2017

Sejarah Uang di Indonesia – Uang adalah sebuah alat tukar yang digunakan dalam ilmu ekonomi tradisional yang dapat diterima secara umum. Dulunya selain uang, alat tukar berupa benda apapun dapat diterima oleh setiap masyarakat pada masa pertukaran barang (barter) masih ada.

Dalam Ekonomi modern, uang digunakan sebagai alat tukar yang sah dan dapat diterima oleh setiap lapisan masyarakat, saat ini uang bukan lagi dianggap “alat tukar” tetapi sebagai “alat pembayaran” bagi setiap pembelian barang ataupun jasa dan dianggap sebagai kekayaan berharga milik seseorang atau sebuah organisasi (seperti uang kas). 

Nilai dari uang yang dibayarkan juga tergantung  dari tingkat nilai dari barang ataupun pembeilan jasa, uang juga bisa menjadi salah satu harta yang dapat menyebabkan perilaku seseorang menjadi jahat.

Sejarah Uang di Indonesia

sejarah uang di Indonesia
Ilustrasi sejarah uang di Indonesia

Awalnya, uang di Indonesia adalah uang kartal yang diterbitkan oleh pemerintah RI. Namun, sejak adanya Undang Undang Nomor 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak yang dimiliki pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Kemudian, pemerintah menetapkan Bank Central, Bank Indonesia sebagai lembaga satu-satunya yang berhak menciptakan uang kartal. Hak ini disebut dengan hak “Oktroi”

Sejarah Mata Uang di Indonesia

Dulunya, sebelum ditemukannya uang logam, barang-barang yang dianggap indah serta bernilai, seperti kerang yang memiliki cangkang indah pernah dijadikan sebagai alat tukar manusia. Tapi setelah itu, muncullah beberapa jenis uang logam, berikut beberapa generasi yang pernah menciptakan mata uangnya sendiri. Sejarah perkembangan uang di Indonesia sudah ada sejak jaman dulu sekali[src].

Kerajaan Mataram Kuno

sejarah uasejarah uang di Indonesia kerajaan mataram kunong di Indonesia
uang mataram kuno

Perkembangan dan sejarah uang di Indonesia bisa dibilang sudah dimulai sejak masa kerajaan Mataram Kuno (sekitar tahun 850 M). Kerajaan ini menggunakan koin emas dan perak yang berbentuk sebagai alat tukar mereka terhadap barang. 

Kerajaan Jenggala

sejarah uang di Indonesia kerajaan jenggala
uang jenggala

Dulunya, kerajaan ini berkuasa di wilayah timur pulau Jawa. Pada masa kejayaannya sekitar abad ke 10, koin emas dan perak masih tetap digunakan meskipun terdapat perubahan pada bentuk dan design yang digunakan. Selain koin, kerajaan ini juga menggunakan uang kepeng dari negeri Cina sebagai alat pembayaran yang bisa diterima, ini adalah salah satu bukti adanya hubungan perniagaan dari negeri tetangga.

Kerajaan Majapahit

sejarah uang di Indonesia kerajaan majapahit
uang majapahit

Salah satu masa yang paling dikenal dalam sejarah adalah zaman Majapahit, dimana pada abad ke-13 hingga ke-15 kerajaan ini diyakini menggunakan mata uang “Ma” seperti pada saat kerajaan Mataram Kuno, tak hanya itu kerajaan ini juga menggunakan 1 jenis mata uang lagi, yakni Tahil (berupa koin emas).

Kerajaan Majapahit juga menggunakan uang dari emas dan perak dengan bentuk yang bermacam-macam, seperti persegi, seperempat lingkaran, segitiga, trapesium atau bentuk yang tidak jelas lainnya. Kita juga nantinya akan mendengar istilah “Gobog Wayang”, sebuah kepingan uang dengan lubang dibagian tengahnya.

Kerajaan Samudra Pasai

sejarah uang di Indonesia kerajaan samudera pasai
uang samudera pasai

Setelah hilangnya kerajaan Hindi di Nusantara hilang, datanglah era Kerajaan Islam yang salah satunya adalah Samudra Pasai. Kerajaan ini terletak di ujung Pulau Sumatera dan memiliki keterkaitan dengan sejarah uang di Indonesia. Mata uang yang kala itu digunakan pada era Samudra Pasai adalah Dirham. Dirham dikeluarkan oleh Sultan Malik Al Zahir pada abad ke  12 hingga ke 13.

Penampilan dari Dirham dihiasi dengan tulisan Arab dengan nama “Malik al Zahir” dan Sultan “Al Adul” di sisi lainnya. Malik al Zahir adalah seorang petinggi teladan. Setiap uang yang dikeluarkan pada periode barunya selalu mencantumkan nama “Malik Al Zahir ini. Nilai pada mata uang Dirham bisa dihitung dengan 16 Dirham sama dengan 1 Real Spanyol.

Kerajaan Buton

sejarah uang di Indonesia kerajaan buton
uang buton

Berbeda dengan kerajaan lain di Indonesia yang menggunakan koin perak dan emas sebagai alat pembayaran. Kerajaan Buton menggunakan uang dengan bahan kain tenun sebagai alat penukaran mereka, uang dari Kerajaan Buton disebut Kampua. Kampua terbuat dari sehelai tenunan yang berbentuk persegi panjang yang ditenun oleh putri istana.

Kesultanan Banten

sejarah uang di Indonesia kesultanan banten
uang banten

Dalam cerita sejarah uang di Indonesia sebelum datangnya penjajah, uang dari kesultanan Banten juga digunakan untuk alat pembayaran yang pada masa itu dikenal dengan mata uang “Kasha”, koin ini berupa emas yang mencerminkan pengaruh negara Cina pada design dan pengaruh Arab dari ukirannya. Selain emas, ada juga koin yang terbuat dari tembaga dan timah.

Kerajaan Gowa

sejarah uang di Indonesia kerajaan gowa
uang gowa

Kerajaan ini dikenal dengan kisah dari Sultan Hasanuddin yang mengukir sejarah uang di Indonesia dengan adanya mata uang Jingara. Wujud Jingara terbuat dari campuran bahan tembaga dan timah dalam pembuatannya.

Kesultanan Cirebon

sejarah uang di Indonesia kesultanan cirebon
uang cirebon

Sejarah uang di Indonesia berlanjut pada masa Kesultanan Cirebon yang tak lepas dari pengaruh perniagaan Cina. Kesultanan Cirebon membuat mata uang dibantu oleh seorang etnis Cina, mata uang i tu disebut “Picis”. Picis ini terbuat dari timah yang tipis dan mudah hancur / pecah.

Kesultanan Sumenep

sejarah uang di Indonesia kesultanan sumenep
uang sumenep

Sejarah uang di Indonesia pada masa Kesultanan Sumenep masih berhubungan dengan masuknya bangsa Spanyol ke Indonesia. Selain menggunakan uang Spanyol sebagai alat pembayaran mereka, kerajaan ini juga menggunakan uang Belanda dan Austria pada masa itu untuk alat tukar barang yang sah.

Sejarah Uang Kertas di Indonesia

Pada masa penjajahan Belanda, perekonomian Indonesia tak terlepas dari peran pemerintah kolonial regional waktu itu (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC yang saat itu ingin menyebarluaskan penggunaan mata uang Gulden didalam aktifitas perekonomian di Indonesia. Selain Gulden, ada mata uang lain yang digunakan khususnya di Pulau Sumatera dan Jawa, yaitu Dollar.

Dalam kisah sejarah uang di Indonesia, Gulden sempat ditarik perederannya dikarenakan ukirannya berupa Ratu Wilhelmnia dengan rambut terurai dan dianggap penggambaran yang tidak sopan kepada bangsawan, penggunaan Gulden cukup lama dan bahkan saat masa kolonial Jepang-pun, Gulden masih digunakan.

Sejarah Uang di Indonesia Hingga Sekarang

Sejarah uang kertas di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak lama, seiring perkembangan perekonomian yang semakin maju pada masa itu. Penggunaan uang logam yang semakin marak dimana-mana namun tidak diimbangi stok dari uang logam tersebut membuat kesusahan dipasar perniagaan, akhirnya diciptakanlah uang kertas. Uang kertas ini awalnya merupakan kertas bukti kepemilikan perak dan emas.

Dalam sejarah uang di Indonesia, selain mata uang Gulden, ada juga mata uang Jepang yang juga pernah beredar di Nusantara. Dulu juga pernah ada sebutan mata uang “Rupiah Hindia-Belanda” yang diperkenalkan ke publik tahun 1944, namun hanya bertahan selama 1 tahun karena terkena imbas perang dunia II.

Demikian artikel dari saya tentang sejarah uang di Indonesia, semoga bermanfaat bagi teman-teman pembaca terutama bagi yang sedang mencari referensi, terimakasih sudah berkunjung.

Tags: