Sejarah Tolak Peluru di Indonesia dan Dunia [Terlengkap!]

Sejarah tolak peluru di Indonesia – Tolak peluru merupakan sebuah gerakan olahraga dalam menolak / mendorong sebuah alat bundar yang dinamai peluru yang terbuat dari logam dan memiliki berat tertentu, lemparan yang dilakukan terbatasi dari bahu dengan satu tangan saja untuk ditolak hingga jarak jatuh sejauh yang bisa kita dapatkan.

Menurut sejarah tolak peluru di Indonesia sudah ada sejak lama, Tolak peluru juga telah dijadikan olahraga yang menghadirkan para ahli dibidang ini. Tolak peluru lebih dikenal dengan nama The shot put diluar sana. Atlit tolak peluru yang dipilih haruslah mendorong peluru tersebut dengan menggunakan teknik tertentu agar bisa mencapai titik terjauh.

Sejarah Tolak Peluru

Berbagai macam kegiatan lempar beban, telah ada sejak abad ke-20 awal lalu di Kepulauan Britania. Pada mulanya, kegiatan kecil ini hanyalah menggunakan sebuah bola batu. Sedangkan, kegiatan awal yang pertama kali menggambarkan tolak peluru dilakukan pada abad pertengahan ketika serdadu mengadakan pertandingan melempar beban yang berupa peluru meriam.

sejarah tolak peluru
Ilustrasi sejarah tolak peluru

Sejarah olahraga tolak peluru juga pernah tercatat dilakukan pada awal abad ke-19 di Skotlandia yang merupakan bagian dari perlombaan tingkat amateur di Inggris pada tahun 1866. Seiring berjalannya waktu, tolak peluru menjadi event olimpiade modern asli yang diselenggarakan di Athena pada tahun 1896.

Menurut sejarah permainan tolak peluru, dalam melakukan tolakan ada beberapa teknik dasar yang cukup populer dalam golongan atlit

Teknik Memegang Peluru

Dalam melakukan tolak peluru, hal-hal seperti ini perlu diperhatikan. Selain agar tolakan bisa mencapai titik jarak maksimal, mencegah terjadinya kecelakan yang bisa menyebabkan cidera juga hal penting untuk dilakukan.

Jari Renggang

Kelingking ditekuk dan diposisikan disamping peluru, hal ini dapat membantu penolak untuk menahan agar peluru tak mudah tergeser dari tempat semestinya, jari-jari yang kuat merupakan salah satu syarat bagi penolak untuk melakukan hal ini

Jari agak rapat

Ibu jari diletakkan di samping, jari kelingking ada di samping belakang peluru. Jari kelingking berperan menahan peluru agar tidak mudah bergeser dan jatuh, serta membantu menekan pada waktu penolak melakukan dorongannya, teknik ini juga cukup banyak digunakan para atlit

Jari agak renggang

Jika ada memiliki tangan yang berukuran relatif kecil serta jari yang pendek, anda dapat menggunakan cara nomor 3 ini, yaitu posisi jari seperti cara kedua, tapi lebih renggang lagi. Kelingking diletakkan di belakan gpeluru sehingga dapat membantu tolakan, ibu jaru menahan geseran, peluru diletakkan pada seluruh lekuk tangan dikarenakan tangan pelempar kecil dan berjari pendek.

Teknik Meletakkan Peluru

Bola besi yang kita sebut dengan peluru tersebut, digenggam menggunakan salah satu cara di atas lalu letakkan peluru tersebut di bagu dan juga menempel dengan leher bagian samping. Siku tangan yang memegang peluru agak dibuka kesamping dan tangan lainnya usahakan rileks.

Perhatikan juga tahapan dan sikap yang anda ambil dalam fase meletakkan peluru di bahu, jika anda terlalu cepat mungkin dapat berbahaya dikarenakan beban yang anda bawa tentunya sedikit berat.

Teknik Menolak Peluru

sejarah olahraga tolak peluru teknik melempar
Ilustrasi sejarah olahraga tolak peluru teknik melempar

Untuk melakukan teknik selanjutnya, peluru harus dipegang dengan posisinya dan sikap yang benar, tidak membahayakan dan tidak lemah juga. Lalu pindahkan peluru tersebut ke tangan yang terkuat (ada orang kidal dan tidak) dan kemudian diletakkan di bahu dengan benar. Berdiri dengan posisi badan agak membungkuk kebelakang, lalu putar tubuh dan tangan mendorong dan kemudian melepas peluru kearah yang dituju.

Menolak peluru dengan kedua tangan

  1. Pegang peluru menggunakan kedua tangan, sejajarkan posisi kaki, dorong peluru kearah depan-atas sejauh yang anda mampu.
  2. Pegang peluru menggunakan kedua tangan, posisikan peluru dibawah perut dan tahan dengan posisi lengan lurus, sejajarkan kaki, ayun dan lempar peluru tersebut ke arah depan
  3. Pegang peluru menggunakan kedua tangan. Lakukan seperti tahap diatas, namun posisi melempar membelakangi arah lemparan, ayunan dan lemparan yang dilakukan ke arah belakang anda. Berhati-hatilah karena anda tidak melihat apa yang ada di belakang, pastikan lakukan di tempat terbuka dan luas.
  4. Pegang peluru menggunakan kedua tangan, kumpulkan tenaga dengan bantuan pinggang. Tolakan dilakukan menggunakan kedua tangan namun beban utama diberikan kepada tangan yang menurut anda paling kuat, lakukan teknik ini dengan posisi kaki sejajar.
  5. Pegang peluru menggunakan kedua tangan. Lakukan seperti tahapan nomor 4 di atas namun, kuda-kuda yang digunakan hanya satu kaki yang berada di depan. Tolakan dilakukan dengan bantuan dari tenaga dorongan kaki belakang.

Menolak peluru dengan satu tangan

  1. Pegang peluru menggunakan tangan kanan, letakkan peluru di samping leher, posisikan tangan kiri merentang. Tolak peluru ke arah depan-atas dengan posisi kiri di depan, jangan lupa untuk memanfaatkan dorongan kaki kanan dalam melakukan tolakan dan sebelum peluru dilepaskan.
  2. Pegang peluru menggunakan tangan kanan. Lakukan seperti cara nomor 1 di atas namun, saat melakukan tolakan badan berputar ke arah kanan untuk melakukan ancang-ancang sebelum menolak peluru.
  3. Pegang peluru menggunakan tangan kanan. Lakukan gerekan menolak peluru dengan sikap awal membelakang. Lakuukan putaran dan cari posisi yang sekiranya paling kuat untuk melakukan tolakan.

Mengatur peletakkan kaki juga sangat penting, posisikan salah satu kaki ditempat batas belakang lingkaran dan kaki lainnya diletakkan di samping kiri selebar badan dan segaris dengan arah lemparan. Lalu, bersamaan dengan ayunan kaki depan, kaki belakang menolak kearah kita melempar dan mendarat di tengah lingkaran.

Disaat kaki mendarat, badan masih diposisikan dalam keadaan makin condong ke samping tangan penolak. Bahu sisi tangan penolak lebih rendah dibandingkan bahu satunya. Lengan yang lain membantu menjaga keseimbangan dan sikap penolak.

Hal Penting Dalam Tolak Peluru

sejarah permainan tolak peluru wilbur thompson
Ilustrasisejarah permainantolak peluru wilbur thompson

Beberapa hal kecil mungkin memang dianggap sebelah mata seperti dalam melakukan stretching, teknik pengambilan nafas, ataupun sekedar pergerakan tangan simpel. Tak jarang, beberapa hal kecil ini ternyata sangat berpengaruh karena merupakan aturan dalam melakukan tolak peluru, seperti:

Hal yang perlu diperhatikan

  • Keseimbangan gerak dari kedua tungkai (bagian dari bagian atas paha ke telapak kaki)
  • Menjaga keseimbangan tubuh bagian atas agar tetap rileks, sementara bagian bawah bergerak
  • Memutar kaki kanan ke arah dalam, ketika melakukan tolakan
  • Pemusatan kekuatan di tungkai kiri selama melakukan tolakan
  • Mempertahankan posisi pinggul dan bahu agar tidak terjadi cidera
  • Sikap selepas melakukan tolak peluru

Peraturan Tolak Peluru

Seringkali kita tidak menyadari, beberapa hal dibawah ini dapat menyebabkan seorang atlit dapat didiskualifikasi dari olahraga tolak peluru

  • Menyentuh balok bagian atas (sengaja / tidak sengaja)
  • Menyentuh tanah di luar batas lingkaran (sengaja / tidak sengaja)
  • Keluar masuk lingkaran dari depan garis tengah
  • Belum melakukan tolakan selama 3 menit setelah dipanggil
  • Peluru jatuh tidak di sektor lingkaran yang semestinya
  • Peluru berada di belakang kepala
  • Menginjak garis lingkar di lapangan
  • Keluar melalui depan garis lingkar
  • Keluar dari lingkaran, tetapi peluru belum menyentuh lantai
  • Gagal setelah 3x lemparan
  • Menggunakan Doping 

Demikian artikel tentang sejarah tolak peluru lengkap versi saya, semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman yang membutuhkan informasi relevan[src].

Artikel seputar sejarah:

Tags: