Sejarah Klasifikasi Makhluk Hidup [Soal Terjawab]

Sejarah klasifikasi makhluk hidup – Alam semesta yang kita tinggali saat ini tediri atas 2 komponen yakni biotik dan abiotik. Komponen biotik atau makhluk hidup sangatlah beragam dan banyak jumlahnya, belum lagi komponen ini ada di laut, dataran, pegunungan hingga di udara. Karena adanya kesulitan dalam mengenali dan mempelajarinya, disitulah sejarah klasifikasi makhluk hidup atau pengelompokan makhluk dimulai.

sejarah klasifikasi makhluk hidup
Gambar sejarah klasifikasi makhluk hidup

Penggolongan hewan biasanya dilakukan berdasarkan kesamaan bentuk dan fungsi dari hewan tersebut, tujuannya tak lain adalah untuk memudahkan kita dalam mengenali jenis-jenis hewan, serta mempermudah komunikasi kita dalam bidang Biologi. Sejarah perkembangan klasifikasi makhluk hidup juga mengatakan bahwa klasifikasik hewan itu bersifat dinamis.

Perkembangan klasifikasi hewan jika dilihat dari garis besarnya dibagi menjadi 4 tahapan, yaitu:

  • Klasifikasi Pra-Linnaeus
  • Klasifikasi Sistem Linnaeus
  • Klasifikasi Sistem 3 Kingdom
  • Klasifikasi Sistem 5 Kingdom

Penyebab dari pengklasifikasian yang dinamis disebabkan beberapa perkembangan pengetahuan tentang hewan menggunakan karakter yang berbeda dalam kasifikasinya. Penggolongan hewan didasarkan dalam persamaan dan perbedaan karakter tertentu pada hewan yang sedang dibahas.

Sejarah Klasifikasi Makhluk Hidup

sejarah sistem klasifikasi makhluk hidup
Gambar sejarah sistem klasifikasi makhluk hidup

Menurut sumbernya, sejarah sistem klasifikasi makhluk hidup pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles, selanjutnya disusul oleh beberapa ahli dibidangnya seperti John Ray, Whittaker dan Carolus. Tujuannya pun sama saja yakni demi mempermudah dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari perbedaan dan persamaan yang ada pada makhluk hidup itu sendiri[src].

Sejarah Klasifikasi Makhluk Hidup – Aristoteles

Aristoteles mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 buah kelompok, kelompok tersebut adalah hewan dan tumbuhan. Tumbuhan dikelompokkan menjadi herba, pohon dan semak. Hewan dikelompokkan dalam vertebrata dan avertebrata.

Sejarah Klasifikasi Makhluk Hidup – John Ray

Ia adalah orang yang merintis pengelompokan makhluk hidup menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil, Ray jugalah yang menciptakan konsep mengenai jenis dan species pada tahun 1627 – 1708 M

Sejarah Klasifikasi Makhluk Hidup – Carolus Linnaeus

Carolus Linnaeus memiliki nama yang cukup terkenal dalam dunia Biologi, khususnya pada tentang klasifikasi makhluk hidup. Ia mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan kesamaan struktur dan mengenalkan sistem tata nama makhluk hidup pada dunia yang dikenal dengan Binomial Nomenklatur.

Sejarah Klasifikasi Makhluk Hidup – R. H. Whittaker

R.H Whittaker mengelompokkan golongan makhluk hidup menjadi 5 kingdom atau kerajaan pada tahun 1969 yang masih digunakan sebagai rujukan sampai saat ini, yaitu:

sejarah tentang klasifikasi makhluk hidup
Gambar sejarah tentang klasifikasi makhluk hidup

Kingdom Monera

Anggota kelompok ini terdiri dari ganggang hijau biru dan bakteri, Makhluk hidup yang masuk kedalam kingdom monera memiliki sel prokariotik (sel yang tidak memiliki membran pelapis inti).

Kingdom Protista

Golongan makhluk hidup yang masuk kedalam kingdom ini memiliki sel eukariotik. Klasifikasi protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu atau banyak sel namun tidak berdiferensiasi. Protista biasanya memiliki sifat antara tumbuhan maupun hewan. 

Kingdom Fungi

Fungi dikenali dengan cirinya yang tidak bisa membuat makanannya sendiri, fungi bersel eukariotik. Mereka yang termasuk kedalam golongan ini bersifat heterotrof saat makan (menyerap zat organik dari lingkungan), hampir semua jamur kecuali jamur lendir dan jamur air masuk kedalam kalsifikasi fungi. 

Kingdom Plantae

Tubuh terdiri dari banyak sel yang sudah berdiferensiasi menjadi sebuah jaringan dan memiliki sel eukariotik. Plantae memiliki kloroplas, jadi mereka yang masuk dalam golongan plantae dapat membuat makanannya sendiri (Autotrof). Tumbuhan lumut, Paku, tumbuhan berbiji terbuka dan berbiji tertutup masuk kedalam klasifikasi kelompok Plantae

Kingdom Animalia

Seperti namanya, Kingdom animalia ber-sel eukariotik. Tubuh mereka tersusun dari banyak sel yang sudah berdiferensiasi dan membentuk jaringan. Hewan bersifat heterotrof karena tidak membuat makanannya sendiri, Kingdom animalia mencakup semua hewan baik invertebrata maupun vertebrata.

Melakukan klasifikasi pada makhluk hidup merupakan salah satu cara untuk memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi kelompok unik tertentu yang tujuannya baik. Meskipun begitu, pengelompokkan makhluk hidup seperti ini memiliki kelemahan ketika digunakan oleh orang lain. Pengelompokkan makhluk hidup ini dibuat berdasarkan keinginan orang tertentu dan terkadang sulit untuk dipelajari orang lain.

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup Enam Kingdom

Setelah para ahli mengenal dan mengetahui susunan sel secara pasti, makhluk hidup disusun menjadi 4 kelompok yaitu prokariot, fungi, animalia dan plantae, dimana sel yang memiliki membran inti dikenal sel eukariotik sedangkan yang tidak disebut prokariotik.

sejarah perkembangan klasifikasi makhluk hidup
Gambar sejarah perkembangan klasifikasi makhluk hidup

Kemudian datanglah Robert H. Whittaker yang melakukan klasifikasi makhluk hidup menjadi 5 kingdom besar, yakni Monera, Protista, Plantae, Fungi dan Animalia. Pengelompokkan ini dilakukan berdasarkan susunan sel dan cara makhluk hidup tersebut mendapatkan sumber energi nya (mendapatkan makanan). 

Seiring berjalannya waktu, sistem ini dibuah lagi dengan Kingdom Monera yang dipecah menjadi 2 Kingdom besar, yaitu Eubacteria dan Archaebacteria, dengan penjelasannya sbb:

Kingdom Eubacteria

Makhluk hidup yang masuk dalam kelompok eubacteria adalah makhluk hidup uniseluler (sel tunggal) dan ber-sel prokariotik. Eubacteria juga dikenal dengan istilah “Bakteri”, Organisme yang masuk dalam kelompok ini memiliki peptidoglikan / peptidoglycan (polisakarida yang terdiri dari dua gula turunan) di dalam dinding sel mereka.

Kingdom Archaebacteria

Pada abad ke-19 tepatnya tahun 1977, seorang ahli microbiologi yang bernama Carl Woese bersama peneliti lain dari University of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang berciri unik dan berbeda dengan anggota Monera lainnya. Archaebacteria lebih mirip makhluk hidup eukariotik dibandingkan makhluk hidup lain yang merupakan prokariotik.

Namun hingga saat ini, sistem klasifikasi standar yang masih menjadi pedoman dalam dunia biologi adalah klasifikasi 5 kingdom yang ditemukan oleh Robert H. Whittaker. Makhluk hidup yang ada di kelompok Archaebacteria mirip dengan makhluk hidup yang termasuk dalam kingdom Eubacteria karena memang dulunya mereka ada dalam satu kingdom.


Kata “klasifikasi” merupakan serapan bahasa Belanda “classificatie” yang artinya adalah sebuah metode atau cara penyusunan data sistematis atau sesuai dengan aturan dan kaidah yang telah ditetapkan. Membandingkan golongan berarti melihat dan mencari perbedaan atau persamaan dari sifat dan ciri yang ada pada makhluk hidup yang bersangkutan.

Sekian sedikit informasi yang bisa admin bagikan kepada teman-teman pembaca, semoga artikel tentang sejarah klasifikasi makhluk hidup di atas dapat membantu kalian dalam mengerjakan tugas ataupun menjadi sumber referensi belajar kalian

Artikel seputar sejarah:

Tags: