Sejarah Fotografi, Asal Mula, Tokoh, Hingga di Indonesia

Sejarah Fotografi – Dalam kehidupan sehari-hari mengambil gambar menggunakan perangkat handphone kita ataupun menggunakan kamera, merupakan hal-hal lumrah yang bisa kita temui hampir dimana-mana. Fotografi di era digital seperti sekarang ini merupakan salah satu gaya hidup yang mungkin tak bisa lepas dari genggaman kita sehari-hari[src].

sejarah fotografi di Indonesia
Gambar sejarah fotografi di Indonesia

Fotografi, merupakan serapan dari bahasa inggris yaitu photography yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata Photos dan Grafo yang jika diartikan menjadi “Cahaya dan Melukis/Menulis”. Menurut sumber wiki yang saya baca, Fotografi merupakan proses menulis kembali menggunakan media cahaya.

Secara kasarnya, fotografi merupakan proses ataupun method untuk menghasilkan sebuah gambar ataupun foto dari sebuah objek dengan cara merekam pantulan cahaya yang mengenaji objekk foto tersebut pada media yang peka akan cahaya.

Sejarah Fotografi

Sejarah fotografi
Gambar Sejarah fotografi

Tepat pada tahun 1614, seorang bernama Angelo Sala menggunakan perantara perak nitrat yang dibakar memanfaatkan sinar matahari dengan kertas yang dibungkus. Sayangnya, penemuan menggunakan bantuan efek sinar matahari ini dianggap kurang berguna oleh olmuwan lain.

Sejarah Fotografi Dunia

1. Johann Heinrich

Pada tahun 1717, seorang penemu lain yang juga seorang profesor dari German bernama Johann Heinrich Schulze, menggunakan botol berisik perak nitrat dan kapur dan tidak sengaja ada di dekat jendela. Hasil campuran ini membuat hasilnya menjadi gelap dan sebagian lainnya berwarna putih dan seperti ada garis pada botol yang muncul.

2. Carl Wilhelm Scheele

Dilanjutkan oleh seorang pakar kimia yang bernama Carl Wilhelm Scheele menemukan amonia yang larut dalam perak nitrat tetapi bukan partikel yang gelap. Penemuan ini dimanfaatkan untuk menstabilkan hasil suatu gambar perak nitrat dan juga dianggap sebagai penemuan eksperimen fotografi.

3. Thomas Wedgwood

Pada abad ke-18, Thomas Wedgwood menangkap gambar dengan menggunakan kamera obskura. Kamera Obskura merupakan sebuah alat yang terdiri dari kotak yang gelap yang penggunaannya dapat memantulkan cahaya dengan menggunakan 2 lensa konveks.

Setelah itu, gambar objek eksternal tersebut diletakkan pada sebuah kertas atau film (fokus lensa). Namun sangat disayangkan karena Thomas Wedgwood ini meninggal pada usia muda yaitu 34 tahun pada tahun 1805, 5 tahun setelah penemuannya.

4. Perkembangan lainnya

Sejarah fotografi di dunia
Gambar Sejarah fotografi di dunia

Dalam sejarah perkembangan fotografi tentunya banyak nama dan penemuan yang ditemukan, seperti:

  • 1822 – Heliografi pertama dibuah dengan subjek Paus Puis VII oleh Joseph Nicephore Niepce
  • 1826 – Kembali, Joseph Nicephore Niepce membuat foto pemandangan pertama dengan menggunakan perjalanan selama 8 jam
  • 1835 – Proses fotografi baru ditemukan oleh William Henry Fox Talbot
  • 1839 – Daguerreotype (sebuah cara untuk membuat sebuah foto) dipatenkan oleh Louis Daguerre
  • 1839 – Penemuan proses positif dan negatif oleh Willam Henry Fox Talbot yang disebut Tabotype
  • 1839 – Penemuan film negatif menggunakan larutan Sodium thiosulfate yang disebut hypo atau fixer oleh John Herschel
  • 1851 – Pengenalan proses koloid oleh Frederic Scott Archer
  • 1854 – Pengenalan kamera rotating yang mampu merekam 8 gambar berbeda dalam 1 film saja. Hasilnya berupa 8 bagian terpisah namun bisa direkatkan pada lembaran kartu.
  • 1861 – James Clerk Maxwell menciptakan foto berwarna pertama
  • 1868 – Pematenan metode Subtractive Color Photography oleh Louis Ducos du Hauron
  • 1871 – Penemuan film fotografis dari emulsi gelatin oleh Richard Maddox
  • 1876 – Dimulainya evaluasi sistematis pada kepekaan emulsi fotografis oleh F. Hurter dan V.C Driffield yang kemudian dikenali dengan istilah sensitometri
  • 1978 – High-speed photographic dari seekor kuda yang berlari berhasil dibuat oleh Eadweard Muybridge
  • 1887 – Pertama kalinya film Seluloid diperkenalkan
  • 1887 – Penemuan reproduksi warna pada foto oleh Gabriel Lippmann
  • 1888 – Kodak mulai memasarkan kamera easy-to-use pertama
  • 1891 – Thomas Alva Edison mematenkan temuannya akan kamera kinetoskopis
  • 1895 – Cinematographe ditemukan oleh Auguste dan Louis Lumiere
  • 1898 – Pemasaran pocket Kodak
  • 1900 – Pengenalan produk kamera Brownie oleh Kodak

Sejarah Fotografi Indonesia

sejarah fotografi Indonesia
Gambar sejarah fotografi Indonesia

Perkembangan dan sejarah fotografi di Indonesia, selalu dikaitkan dengan mengalirnya momentum sosial-politik perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari berubahnya kebijakan polotik masa kolonial, era revolusi kemerdekaan, ledakan ekonomi pada 1980, hingga reformasi pada 1998.

1. Fotografi di Indonesia

Tepat pada tahun 1841, seorang Belanda yang bertugas sebagai seorang pegawai kesehatan bernama Juriaan Munich menerima perintah tugas dari Kementrian Kolonial masa itu, untuk mendarat di kota Batavia (Baca juga tempat sejarah batavia disini) dengan membawa Dauguerreotype (sudah dijelaskan di atas).

Munich diberikan perintah untuk mengabadikan tanaman dan juga kondisi alam yang ada di Indonesia saat itu sebagai salah satu cara untuk mendapati informasi seputar kondisi alam disana. Sejak saat ini, kamera seakan menjadi bagian dari teknologi modern yang digunakan oleh Pemerintahan Belanda dalam menjalankan kebijakan barunya.

Penguasaan daerah dan kontrol terhadap tanah yang telah dijajah tak lagi dilakukan dengan cara membangun benteng-benteng pertahanan atau menempatkan pasukan dan meriam, tetapi dengan menguasai transportasi dan juga komunikasi modern.

2. Fotografi adalah Mawar Berduri

Dalam sejarah perkembangan fotografi di Indonesia, selama 100 tahun sejak adanya fotografi di Indonesia, penguasaan dari alat ini secara jelas ada di tangan kaum Eropa, orang Cina, dan juga Jepang. Berdasarkan hasil survey dan juga riset di studio foto-foto komersil pada zaman Hindia-Belanda yang menampilkan foto-foto sejak tahun 1850 – 1940.

Dari 540 foto di 75 kota besar maupun kecil, 315 di antaranya terdapat nama orang Eropa, 186 penduduk Cina, 45 foto orang Jepang dan hanya ada 4 orang lokal asli Indonesia yang salah satunya bernama Kasian Cephas.

3. Organisasi Foto Indonesia

Sejarah perkembangan fotografi
Gambar Sejarah perkembangan fotografi

Tidak ada literatul yang begitu relevan ataupun catatan jelas yang menuliskan tentang berapa banyak jumlah Klub Foto tingkat Amatir yang pernah ada di Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan pada tahun 1945

Namun ada beberapa nama yang mungkin masih akrab ditelinga teman-teman pembaca duniasejarah.com , seperti:

GAPERFI

GaperFI adalah singkatan dari Gabungan Perhimpunan Seni Foto Indonesia yang didirikan pada 1953 yang saat itu diketuai oleh Mayor R.M. Soelarko.

GaperFI merupakan sebuah perhimpunan dari macam-macam Klub Foto yang pada awalnya memiliki anggota 7 Klub Foto, pada tahun 1956 jumlah anggotanya ikut meningkat menjadi 13 Klub Foto yang berasal dari seluruh penjuru Nusantara.

PAF Bandung

Sejarah fotografi di Indonesia, mencatat PAF (kepanjangan: Persatuan Amatir Foto) Bandung lahir pada jaman penjajahan Belanda yang berdiri pada 15 Februari 1924, jauh sebelum PD II terjadi, PAF Bandung merupakan Klub Foto Amatir pertama dan paling tua di Indnoesia. PAF juga masuk kedalam anggota GAPERFI pada 1954.

LFCN

Selain PAF Bandung, LFCN juga merupakan Klub Foto tertua di Indonesia nomor 2, LFCN merupakan singkatan dari Lembaga Fotografi Candra Naya. LFCN Berdiri pada tahun 1948 dengan nama Sin Ming Hui, lembaga ini juga bergerak dalam berbagai bidang sosial dan pendidikan.

Majalah Foto Indonesia (FI)

De Indische Foto Wereled merupakan sebuah majalah foto terbitan 1934 yang ditemukan dalam gudang pribadi tempat penyimpanan buku-buku tua dan arsip lama. Terjemahannya kurang lebih adalah Dunia Foto Indonesia.

FPSI

Pada tanggal 28 – 29 Desember tahun 1973, setelah melalui berbagai rintangan dan kerja keras, SB yang menkoordinasikan perkumpulan foto se-Indonesia menggelar musyawarah Nasional selama 2 hari yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki.

Salon Foto Indonesia

Sebelum terbentuknya FPSI, tanggal 27 Desember 1973 merupakan hari bersejarah mereka karena telah diadakannya resepsi pembukaan Salon Foto oleh Bapak H. Adam Malik yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia

Prinsip Fotografi

sejarah fotografi dunia
Gambar sejarah fotografi dunia

Di abad ke-20 sekarang, alat yang paling populer untuk menangkap gambar via cahaya ini adalah kamera. Namun, setiap perangkat yang digunakan tidak akan bisa menangkap foto untuk dibuat tanpa adanya bantuan cahaya.

Prinsip dari fotografi yaitu memfokuskan cahaya yang ada dengan dorongan dari pembiasan, sehingga mampu melakukan burning pada media penangkap cahaya tersebut. Medium yang telah terbakar dengan size luminitas cahaya yang benar akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki media pembiasan (setelahnya dinamai lensa).

Agar mampu menghasilkan intensitas cahaya cukup dalam menghasilkan gambar, digunakanlah alat bantu ukur yang disebut lightmeter. Setelah mendapat cahaya yang tepat, sang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tadi dengan mengatur kombinasi ISO atau ASA, Aperture (Diafragma) dan lainnya sehingga hasil gambar tersebut mendapatkan exposure yang baik.

Tags: