Sejarah Farmasi, Dari Penemuan Hingga Sekarang

Sejarah Farmasi – Dalam bahasa Inggris, Farmasi dituliskan Pharmacy, dalam bahasa Yunani dituliskan Pharmacon yang artinya adalah obat. Farmasi merupakan salah satu bidang profesional kesehatan yang merupakan kombinasi ilmu kesehatan dan juga ilmu kimia, yang memiliki tanggung jawab agar keamanan penggunaan obat dan efektifitasnya dapat dipastikan[src].

Praktik farmasi memiliki ruang lingkup termasuk praktek farmasi tradisional seperti meracik obat, menyediakan obat serta pelayanan farmasi modern yang meliputi layanan terhadap pasian atau istilahnya patient care di antara layanan klinik, evaluasi efikasi dan juga keamanan penggunaan obat.

Sejarah Farmasi

Farmasi berasal dari kata Farma (Pharma), Farma merupakan istilah yang telah digunakan sejak abad ke-14. Institusi Farmasi Eropa, pertama kali didirikan di Jerman, tepatnya Trier pada tahun 1240 dan eksistensinya masih ada hingga saat ini.

sejarah farmasi
Gambar sejarah farmasi

Para apoteker atau Farmasis merupakan gelar profesional dengan keahlian di bidang Farmasis. Mereka biasanya bertugas di berbagai institusi baik pemerintahan ataupun pihak swasta yang masih berhubungan dengan tugas ke-farmasi-an seperti mengawas obat / makanan, rumah sakit, apotek, dan lainnya

1. Sejarah Farmasi Jaman Dulu

Farmasi berasal dari potongan kata Pharmacon, Pharmakon berarti Racun atau Obat dalam bahasa Yunani, menurut sejarah farmasi dulunya merupakan profesi kesehatan yang didalamnya termasuk kegiatan-kegiatan di bidang pengembangan, pengolahan, produksi, penemuan dan segala yang berhubungan dengan obat.

Ilmu farmasi belum sempat dikenal oleh dunia dulunya hingga datangnya zaman Hiprocrates atau Bapak Ilmu Kedokteran pada 460 SM. Pada waktu itu, seorang dokter memiliki tugas yang cukup banyak dan tidak hanyak mendiagnosa penyakit yang diderita pasien saja. Ia juga mempersiapkan obat dan meraciknya sendiri layaknya seorang apoteker

Seirama dengan berjalannya waktu dan ilmu pengetahuan tentang problematika dan kesehatan, dalam pengadaan obat menjadi semakin kompleks dan rumit, baik karena bahan formula ataupun cara pembuatan obat tersebut. Oleh kareananya dibutuhkanlah seseorang yang mampu untuk mendalami ilmu pembuatan dan peracikan obat.

Pada tahun 1240 SM, seorang Raja Jerman bernama Frederick menyadari hal tersebut dan memerintahkan untuk memisahkan ilmu antara Kedokteran dan Farmasi. Perintah tersebut hingga sekarang dikenal dengan Dekrit Two Sloces. Dari sinilah asal mula sejarah farmasi dimulai, hingga para ahli-pun mengambil kesimpulan bahwa akar ilmu dari kedokteran dan farmasi adalah sama.

2. Ruang Lingkup Dalam Sejarah Farmasi

Riang lingkup yang ada dalam praktik farmasi meliputi praktik farmasi tradisional seperti peracikan, penyediaan obat, dan untuk segi pelayanan farmasi modernnya adalah segala yang berhubungan dengan layanan terhadap pasien, di antaranya layanan klinik, keamanan dari dampak penggunaan obat, dan juga penyediaan informasi terkait obat.

3. Tokoh Dalam Sejarah Farmasi

Dalam perkembangan sejarah farmasi, ilmu tersebut tak lepas dari perannya beberapa tokoh besar. Berikut ini adalah nama-nama tokoh yang berjasa terhadap terbentuk dan berkembangnya ilmu farmasi:

Paracelcus (1541 SM – 1493 SM)

Paracelcus berpendapat, untuk membuat sebuah obat diperlukan pengetahuan mengenai kandungan zak aktif, juga membuat obat dari bahan yang jelas diketahui zat aktfinya

Hippocrates (459 SM – 370 SM)

Ia dikenal dengan sebutan bapak kedokteran dalam prakteknya dalam pengobatan dengan menggunakan lebih dari 200 jenis tumbuhan.

Claudius Galen (200 SM – 129 SM)

Galen menghubungkan antara penyembuhan penyakit dengan teori dari kerja obat yang merupakan bidang ilmu farmakologi.

Ibnu Sina (980 – 1037)

Dalam bukunya, Ibnu sina menulis beberapa buku tentang metode dari pengumpulan dan penyimpanan tumbuhan obat, serta cara pembuatan persediaan obat seperti supositoria, pil, sirup dan menggunakan pengetahuannya untuk menggabungkan pengetahuan pengobatan dari berbagai penjuru negeri, yakni Yaman, Persia, India dan Arab.

Johann Jakob Wepfer (1620 – 1695)

Jacob telah berhasil melakukan verifikasi dari efek farmakologi dan toksikologi obat pada hewan percobaan, ia mengatakan, bawha:

I Pondered at lenght, finally I resolved to clarify the matter by experimentJohann Jakob Wepfer

Jakob juga merupakan orang pertama yang melakukan penelitian farmakologi dan toksikologi pada binatang percobaan. Sampai saat ini, percobaan pada hewan merupakan uji praklinik sebelum obat diuji-coba pada manusia.

Rudolf Buchheim (1820 – 1879)

Institut Farmakologi pertama kali didirikan pada tahun 1847 oleh Rudolf, di Universitas Dorpat / Estonia. Selanjutnya di oleh Oswald Schiedeberg bersama dengan pakar displin ilmu lain menghasilkan sebuah konsep fundamental dalam kinerja obat, meliputi reseptor obatnya. Konsep ini diperkuat oleh T. Frazer di Scotlandia, J. Langley di Inggris dan P. Ehrlich di Jerman.

Pada awalnya, ilmu farmasi berkembang dari para tabib dan para ahli pengobatan tradisional yang berkembang di daerah Yunani, Timur Tengah, dan Wilayah Asia lainnya termasuk Cina. Awalnya, ilmu pengobatan ini dimiliki oleh orang terentu dan ilmunya diturunkan melalui garis keturunan.

Ilmu farmasi akhirnya menyebar seiring perkembangannya hingga hampir ke seluruh dunia. Dari negara Barat seperti Inggris, Amerika Serikat, Eropa Barat. Sekolah Tinggi Farmasi atau STF pertama didirikan di Amerika Serikat, tepatnya Philadelphia pada tahun 1821. Saat ini sekolah tersebut dikenal dengan nama Philadelphia College of Pharmacy and Science.

4. Sejarah Farmasi Dunia

sejarah farmasi di dunia
Ilustrasi sejarah farmasi di dunia

Sejak kemunculan universitas di Philadelphia, munculah sekolah-sekolah tinggi sebagai tanda mulainya era baru ilmu farmasi. Dalam kehidupa, peran organisasi keprofesian juga ditentukan oleh perkembangan ilmu farmasi ini. Saat ini, cukup banyak organisasi ahli farmasi, baik dalam lingkup Nasional ataupun Internasional.

  • Di Inggris, organisasi semacam ini pertama kali didirikan pada 1841 yang bernama The Pharmaceutical Society of Great Britain.
  • Di Amerika Serikat, organisasi ini didirikan 11 tahun kemudian dengan nama American Pharmaceutical Assosiation
  • Akhirnya, pada tahun 1910 Organisasi Internasional akhirnya didirkan dengan nama Federation International Pharmaceutical.

Sejaraf farmasi dalam industri farmasi modern, diketahui dimulai sejak tahun 1897 ketika pada waktu itu seorang bernama Felix Hoffman, menemukan sebuah cara menambahkan 2 atom ekstra karbon dan 5 atom ekstra karbon dan juga 5 atom ekstra hidrogen ke dalam sari pati kulit kayu millow. Hasil penelitiannya ini dikenal dengan sebutan “Aspirin”

Dengan penemuannya tersebut, akhirnya lahirnya perusahaan industri farmasi modern di dunia, yakni Bayer. Selanjutnya, perkembangan R & D pada pasca Perang Dunia I (PD I). Kemudian disusul dengan penemuan obat secara massal seperti obat TBC, Hormon Steroid, antipsikotika pada Perang Dunia II (PD II).

Sejak saat itu, dunia kefarmasi-an yang mencakup bidang industri dan pendidikannya terus berkembang dengan didukung oleh berbagai penemuan penting di bidang lainnya, seperti penggunaan bioteknologi. Sekolah farmasi saat inihampir bisa kita jumpai di seluruh belahan negeri.

Sejak saat itulah, dunia farmasi (industri & pendidikannya) terus berkembang dengan didukung oleh berbagai penemuan di bidang lain, misalnya penggunaan bioteknologi. Sekolah-sekolah farmasi saat ini hampir dijumpai di seluruh dunia. Kiblat perkembangan ilmu, kalau boleh kita sebut, memang Amerika Serikat dan Jerman (karena di sanalah industri obat pertama berdiri).

Sejarah Farmasi di Indonesia

sejarah farmasi di Indonesia
sejarah farmasi di Indonesia – apotek RS Immanuel

Sejarah Farmasi di Indonesia, dimulai sejak zaman penjajahan hingga kemerdekaan, lalu ada juga periode setelah perang kemerdekaan hingga tah un 1958 dan periode tahun 1958 – 1967.

1. Masa Penjajahan

Pada era ini, sejarah kefarmasian Indonesia masih diawali dengan pendidikan asisten apoteker yang disekolahkan semasa pemerintahan Belanda. Periode ini berlaku hingga masa sebelum dan waktu dekat kemerdekaan Indonesia.

2. Masa Setelah Perang Hingga 1958

Pada masa ini jumlah masyarakat dalam tenaga ke-farmasi-an, terutama asisten apoteker mulai meningkat dengan jumlah yang relatif besar, hingga pada tahun 1950 didirikan dan dibukalah sekolah asisten apoteker Negeri di Jakarta yang pertama dengan waktu pendidikan hanya 2 tahun.

Angkatan pertama yang lulus sekolah asisten ini sekitar 30 orang, sementara jumlah apoteker negeri juga meningkat seiring dengan berjalannya waktu, baik dari pendidikan luar negeri maupun lulusan dalam negeri.

3. Masa 1958 Hingga 1967

Pada periode ini, untuk memproduksi obat telah banyak dirintis namun mengalami beberapa hambatan yang cukup menimbulkan impact yang besar terhadap produksi obat, seperti kekurangan devisa, diterapkannya sistem penjatahan bahan baku obat dan lainnya. 

Sehingga industri-industri yang seharusnya bisa bertahan mau tak mau kalah dan hanya mereka yang memiliki relasi dengan luar negeri-lah yang mampu bertahan 

Sejarah Lambang Farmasi

Apa yang dimaksud dengan lambang farmasi, mengapa ada ular dalam lambang farmasi?

sejarah lambang farmasi
Gambar sejarah lambang farmasi

Seperti yang kita lihat dan ketahui, dalam logo farmasi ada hewan ular yang memiliki racun mematikan, tapi apakah kamu juga mengetahui bahwa racun tersebut jika di manfaatkan bisa di ubah menjadi obat yang sangat bermanfaat untuk menyembuhkan suatu penyakit.

Sesuai dengan sejarah gambar farmasi, ilmu ini mengajarkan orang dan untuk menjadi tenaga kesehatan yang berperan dalam lingkup tentang obat. Pada sejatinya, obat memiliki fungsi untuk menyembuhkan suatu penyakit, tetapi obat juga bisa menjadi racun yang dapat membunuh manusia jika salah digunakan.

inilah persamaan antara racun pada ular dengan obat, sehingga digunakanlah gambar ular dalam sejarah lambang farmasi

1. Penjelasan Sejarah Lambang Farmasi

Lambang Farmasi disebut Bowl of Hygeia, sebuah patung yang menggambarkan dewi Yunani Hygeia yang sedang memegang mangkuk berisi ular yang jinak mengitari dan seakan ingin ikut meminum dari mangkuk tersebut. Hygeia adalah nama dari dewi kesehatan dan penyembuhan dalam ceerita mitologi Yunani.

Beberapa orang juga berpendapat bahwa Bowl of Hygeia dan ular, adalah sumbol keseimbangan alam di muka bumi.

Ular, menggambarkan seorang pasian yang bebas untuk memilih apakah ingin mengobati dirinya sendiri atau tidak.

Menurut kepercayaan masyarakat Yunani Kuno, Ular di lambang farmasi merupakan penggambaran dari kebijaksanaan dan kesembuhan. Hal ini memiliki arti, ketika orang meninggal akan berada di alam lain (baka) yang apakah itu baik ataupun buruknya dan hewan ular dipercaya bisa berkomunikasi dengan mereka yang sudah meninggal tadi.

Demikian informasi yang bisa admin duniasejarah.com sampaikan, semoga bermanfaat untuk teman-teman yang sedang mencari referensi makalah sejarah farmasi, kalian juga bisa menimpan artikel sejarah farmasi pdf disini

Tags: